Terkait Banjir di Desa Paniki Baru Kec Talawaan, Komisi III Tinjau Lokasi Penyebab

On April 16 2021

Manado, Sulutlink.com – Sulawesi Utara belum lama ini menghadapi musim hujan yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan beberapa desa mengalami bencana banjir. Desa Paniki Baru Kecamatan Talawaan salah satunya terdampak banjir. 

Warga Desa Paniki Baru Kecamatan Talawaan ini pun, mengeluhkan peristiwa tersebut ke lembaga dewan perwakilan rakyat daerah(DPRD) sulut khususnya yang menangani bidang pembangunan dalam hal ini Komisi III.

Tidak berlama-lama, Komisi III yang dipimpin Ketua Berty Kapojos, di dampingi Wakil Ketua Yongkie Limen, Sekretaris Stela Runtuwene, Anggota Ayub Albugis, Agustine Kambey, turut dalam tim stakeholder terkait Balai Sungai Provinsi Sulut tinjau langsung ke titik utama lokasi banjir,” Jumat  (16/4) siang.

Evaluasi pihak terkait

Dikatakan,  tim evaluasi akhirnya mendapati titik aliran sungai yang menjadi titik utama penyebab banjir di Desa Paniki Baru Kecamatan Talawaan menemukan salah satu penyebab terjadinya banjir di lokasi tersebut karena penyempitan dan pendangkalan sungai.

“Jelas karena masalah ini, hujan sedikit saja bisa menyebabkan banjir dimana saluran tidak mampu menampung volume air saat banjir,” ungkap Berty Kapojos.

Kapojos menekankan, meminta mengusulkan mengajukan proposal langsung melalui perangkat desa dan bisa diteruskan untuk selanjutnya bisa di tindaklanjuti oleh pihak terkait,” tandas Kapojos.

“Jadi melalui Hukum Tua bisa mengajukan proposal serahkan ke DPRD Sulut agar keluhan ini bisa segera diperhatikan,” usul Kapojos.

Kapojos mengemukakan bahwa  pembangunan drainase di Desa Paniki Baru tersebut sudah sangat mendesak,  karena setiap kali musim hujan masyarakat selalu merasakan dampak banjir.

” Terungkap, di lokasi ternyata hampir tidak ada saluran induk disana, kami juga berupaya dan sudah bicara dengan pihak balai sungai untuk pembuatan saluran sudah sangat mendesak, ” kata Kapojos, yang juga duduk dalam Badan Anggaran Deprov ini.

Diketahui, Desa Paniki Baru merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Manado sehingga dalam waktu dekat komisi III juga akan mengunjungi pemerintah kota dalam hal ini Dinas PU agar nantinya proses pembangunan drainase bisa berjalan dengan baik.

“Desa Paniki Baru memang masuk wilayah Minahasa Utara tetapi aliran air akan melewati wilayah Manado, itu yang akan kami konsultasikan dengan pemerintah kota apalagi saat ini sudah terbangun sinergitas antara Propinsi dan Kota Manado, tentu ini sangat memudahkan kami memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tandas Politisi PDIP ini.

Sementara itu, Pjs. Hukum Tua Desa Paniki Baru, Lenda Mokalu mengaku akan menjadikan masalah tersebut sebagai salah satu prioritas karena saya sendiri baru dilantik sebagai Pjs sehari sebelum kunjungan ini,” pungkas Mokalu (**)

(karel)

You must be logged in to post a comment Login