web analytics

Villa Rosa/Yessi Grasella Juara Final Pertama

bridge juaraPasangan andalan Indonesia di kelompok junior pada beberapa tahun terakhir ini, Villa Rosa/Yessi Grasella  dari Sumut tampil gemilang dan menjuarai babak final pertama Seleknas Girls U26 yang berlangsung di Sekretariat PB Gabsi Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pasangan yang tergabung di Elektrik Indonesia Bridge Club atau dikenal dengan singkatan EIBC ini meraih 135.34 VP dari 11 session babak final. Kedua pemain ini mulai memperlihatkan permainan terbaiknya sejak babak final karena di babak pendahuluan mereka tampil kurang bagus. Mungkin juga karena Yessi Grasella yang masih kuliah di  harus membagi waktu karena harus mengikuti ujian pada tanggal 25 Januari 2016 saat pertandingan babak penyisihan berlangsung.

Kedua pemain adalah asuhan dari Perwira Sakti Lubis ketika mereka masih SMA di Langkat  Sumatera Utara.

Ditempat kedua tampil pasangan Hanie faizah/Dwi Agustine juara babak penyisihan asal Sumatera Selatan. Kedua pemain tampil stabil sejak babak penyisihan hingga babak final pertama. Mengumpulkan 133.44 VP hanya terpaut sedikit dengan peringkat satu. Bermain stabil adalah kunci untuk menggapai kemenangan dalam permainan bridge. Ada dua olahraga otak yang dikenal, catur dan bridge dan keduanya mempunyai strategi berbeda. Di catur siapa yang terakhir melakukan kesalahan atau blunder fatal maka dia otomatis kalah. Berbeda dengan bridge dimana kekalahan ditentutakan oleh akumulasi kesalahan, siapa yang paling sedikit berbuat salah dia yang menang.

Tempat ketiga diraih pasangan yang cukup berpengalaman Nesya Isyana Azkanov/Aulia Sukma dari Sumbar. Nesya seangkatan Dwi Agustine menjadi tim nasional junior di Kualalumpur tahun 2011 yang sempat saya tangani sebagai pelatih. Nesya biasanya berpasangan dengan Revika Pinata seperti ketika mereka dikirimkan ke Paris akhir tahun yang lalu. Sayangnya sat ini Vika lebih memilih pekerjaannya sebagai dokter sehingga Nesya atau akrabb dipanggil Chaca harus berganti pasangan. Tertatih-tatih di babak penyisihan dan nyaris tersingkir, kini mereka telah bangkit dan meraih 128.99 dan berpeluang terpilih sebagai anggota pelatnas.

Tempat keempat dduiduki pasangan Yunita Fytry/Ernis Sefita asal Jateng yang juga tampil stabil sejak babak penyisihan. Pasangan ini mengumpulkan 113.58 VP.

Menyusul ditempat kelima kuda hitam asal Riau Halina/Mustika Rahayu yang mengumpulkan 111.24 VP.

Peringkat 6 -10 merupakan peringkat yang ramai diperebutkan pada session terakhir oleh 7 pasangan yang semuanya berpeluang. Kecuali pasangan Nurul Husna/Tri Suci Indah Sari asal Sumut yang kalah di session terakhir sehingga harus puas di posisi juru kunci, pasangan lainnya masih ramai.

Pasangan asal Sulut Putri Pomantow/Kristi Wala yang tampil mengejutkan di dua session terakhir dengan menang dua kali hamper saja membuat kejutan. Untung saja peringkat diatasnya juga menang sehingga akhirnya mereka tersisih. Putri/Kristi meraih 97.49.

5 pasangan lainnya yang lolos adalah :

1.       Roro J Tungga Dewi/Elsa Cynthia Anugrah dari Jabar   103.37

2.       Gabriela Bindi Desi Eva/Fransisca Tri M asal jateng  100.77

3.       Diana Aulia/Sylvia Caroline asal jatim 100.70

4.       Fortina Mora Sibuea/Elsya S Ningtyas asal jatim 100.06

5.       Monica Ayu Triana/Ratna Ningtyas asal Jateng 99.68.

Besok babak final kedua akan dimainkan selama dua hari untuk menentukan 4 pasangan yang berhak mengikuti Pelatnas, yaitu juara 1 dan 2 serta dua pasangan lagi akan ditentukan oleh PB Gabsi.

Skor babak final pertama tetap dibawa dengan jumlah 60%. Mungkin juga karena Yessi Grasella yang masih kuliah di STT PLN sehingg harus membagi waktu karena wajib mengikuti ujian pada tanggal 25 Januari 2016 saat pertandingan babak penyisihan berlangsung.

About Redaksi Sulutlink

Check Also

Mario Mambu/Cliff Tangkuman dari Raewaya Sulut Perkasa di Seleknas AG 2022

Oleh : Bert Toar Polii Sulutlink.com – Mario Mambu/Cliff Tangkuman dari Raewaya Sulut Perkasa di …