web analytics

Wagub Hadir Apel Akbar di Lapangan Sario: NKRI Harga Mati

apel-nusantaraWakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs. Steven Kandouw, membuka Apel Akbar dan Parade Nusantara Bersatu dalam rangka mempererat  rasa persatuam dan kesatuan bangsa serta menjaga keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara. Apel dan Parade ini digelar di lapangan KONI, Sario, Manado,  Rabu, (30/11).

Kandouw menegaskan rasa persatuan dan kesatuan merupakan bentuk pernyataan  komitmen bersama untuk senantiasa menjaga stabilitas keamanan, ketertiban,  dan ketentraman di bumi nyiur melambai.

Kita sepakat persatuan Indonesia harus kita pupuk, kembangkan dan pelihara bersama.  Semua senantiasa bersatu padu bergandeng tangan, bergotong royong, tidak saling sikat, dan saling sikut, termasuk saling merendahkan di media sosial. Meskipun berada dalam dinamika kehidupan majemuk, jangan terjerumus pada degradasi multi-dimensi yang bisa membawa kita pada keterpurukan dan kehancuran.

apel-nusantara-jpg2“Oleh karena itu mari kita jadikan momentum Apel Nusantara Bersatu dan Parade Nusantara Bersatu saat ini untuk mempererat persatuan dan kesatuan. Mari kita membuktikan Bhineka Tunggal Ika bukan hanya slogan semata akan tetapi menjadi menjadi tonggak kita semua untuk memantapkan komitmen bersama. Semua elemen yang ada yang merupakan generasi penerus cita-cita bangsa supaya menjaga stabilitas keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat khususnya Sulawesi Utara yang kita cintai ini. Keutuhan NKRI adalah harga Mati.” tegas Kandouw.

Mewakil umat Kristen Pdt Hanny Pantouw menegaskan kembali keutuhan NKRI adalah harga mati.

“Kerukunanan, ketentraman dan kedamaian patut kita jaga. Keutuhan negara NKRI adalah harga mati.” tegas Hanny Pantouw.

Mewakili  umat Islam, pemuda NU,  Taufik Bilfaqih, menyampaikan bahwa umat Muslim dan Kristen selalu bergandengan tangan di Sulut.

“Kita adalah nusantara bersatu. Harga diri kita tidak boleh diganggu oleh kelompok-kelompok yang membuat makar negeri ini. Umat Muslim dan  Kristen di Sulut tetap  selalu bergandeng tangan rukun dan damai. Kita tolak dan lawan  yang coba menghancurkan NKRI.” papar Taufik.

Mewakili Serikat Buruh, Tommy Sampelan mengatakan bila ada kelompok yang mau menghancurkan Negara ini, kita tidak akan membiarkan negara ini menangis untuk itu bersama sama mengecam  dan tetap mendukung empat pilar kebangsaan.

“Kita mendukung kepemimpinan Jokowi-JK,  untuk itu teman- teman pekerja buruh  di Sulut jangan pernah mengikuti  perintah DPP Buruh untuk adakan pemogokan. Menyangkut demo tanggal 02 Desember, kami serikat buruh Sulut menolak dengan tegas.” ujar Tommy.

Menurut Dr. Marlina Rumansing, para perempuan cinta NKRI  sama dengan  falsafah Dr. Sam Ratulangi yaitu Sitou Timou Tumou Tou  (orang hidup untuk menghidupkan orang lain) dan NKRI harga mati.

“Tanpa perempuan maka sia-sia negara ini. Kalau bangsa ini akan dihancurrkan  oleh kelompok -kelompok  yang tidak bertanggung jawab, maka perempuan Sulut siap angkat senjata.” tegas Marlina.

Persembahan lagu-lagu oleh  Gabungan Pelajar Kristen dan Islam menyanyikan lagu Alangkah Bahagianya.

Pembacaan Resolusi  Rakyat Sulut Untuk Indonesia Oleh DPD KNPI Sulut Stevi Suawa:

  1. Tetap setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang beridiologi Pancasila dan UUD 1945.
  2. Menjunjung  tinggi 4 pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Rakyat Sulut mendukung penuh TNI/Polri dalam menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  4. Mendukung pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan  Joko Widodo dan Mohammad Jusuf Kalla dalam aspek kehidupan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
  5. Rakyat Sulut menjunjung tinggi kehidupan kerukunan dan toleransi umat beragama yang berbudaya dengan semangat “Torang Samua Ciptaan Tuhan” dalam rangka membangun peradaban menuju Indonesia Hebat.

Selesai doa bersama antar lintas Agama, Wagub melepas peserta pawai, mulai dari lapangan Sario dan Finish di lapangan Mega Mas, Manado.

Turut hadir, Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Forkopimda Sulut,  Pejabat Eselon II di lingkup Pemprov Sulut,  Pejabat Sipil, TNI dan Polri, Instansi Vertikal, Tokoh Agama, Masyarakat, Organisasi Masyarakat (Ormas) , LSM,  Serikat Buruh, KNPI,  Organisasi Kepemudaan, dan  lainnya.

About Redaksi Sulutlink

Check Also

DPRD PROVINSI SULUT – PEMPROV SULUT TANDATANGAN KUA-PPAS APBD TAHUN ANGGARAN 2023

Manado, Sulutlink.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Pemprov Sulut tanda tangan …