web analytics

Wagub Kandouw: Informasi Geospasial Penting Untuk Perencanaan Pembangunan Daerah

Pemprov, Sulutlink.com – Pentingnya Informasi Geospasial dalam rangka perencanaan pembangunan daerah dikatakan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O.E. Kandouw lewat rapat koordinasi dan bimbingan teknis penguatan Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) Regional Sulut yang digelar Badan Informasi Geospasial (BIG) di Manado, berlangsung hingga Kamis (3/10/2019)

Dijelaskan maksud dan peran geospasial adalah semua bentuk informasi dari berbagai jenis data mengenai kenampakan bumi dimana Informasi tersebut biasa dikenal dengan istilah Informasi Geospasial (IG). Ada berbagai macam IG antara lain peta dasar yang meliputi peta tematik datar, peta tutupan lahan, peta risiko bencana, peta zonasi wilayah, dan peta sosial-ekonomi.

Pada kegiatan yang mengangkat tema Indonesia Connected : Satu Peta, Satu Data, Prestasi Bangsa ini, Kandouw menegaskan pentingnya geospasial untuk perencanaan pembangunan daerah, kendati ada hambatan yang erat kaitannya dengan geospasial sendiri.

“Karenanya selama saya menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulut banyak sekali hambatan dan masalah yang saya temui terkait geospasial ini. Saya baca-baca memang ternyata di Indonesia sendiri regulasinya belum lama, baru sejak zaman Pak Presiden SBY,” jelasnya

“Padahal dulu waktu sekolah di Amerika itu, dari yang masih anak-anak semua selalu bicara tiap hari soal cuaca dan faham akan peta, jadi semua benar-benar memahami apa itu geospasial yang sebenarnya.

Lanjut Kandouw, memang juga masih banyak kalangan masyarakat yang belum mengerti soal geospasial dan definisinya.

“Bicara soal geospasial masih jauh panggang daripada api,” tandasnya.

Kandouw memberi contoh konkret, dimana Sulut sendiri telah lama memiliki semangat dan komitmen tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), tapi dirinya mengakui baru semenjak ditetapkan KEK pada waktu yang lalu barulah dirinya berani bicara.

“Semangat dan komitmen soal KEK itu sudah sejak lama, tapi baru semenjak ditetapkan baru saya mau ngomong, ternyata waktu itu ada kendala soal pemahaman geospasial ini,” ucapnya.

Menariknya, Kandouw juga mengatakan di daerah KEK tersebut sebelum dibangun dulunya ada wilayah sebaran ranjau yang diketahui melalui geospasial.

“Jadi pas di geospasial, ternyata kawasan KEK ini ada sebaran ranjau, yang sudah tertanam disitu sejak zaman perang dunia kedua, makanya nanti sudah bersih baru ditetapkan,” terangnya.

Oleh karena itu, Kandouw mendukung penuh pelaksanaan rakor tersebut karena membantu pihak pemerintah maupun masyarakat awam untuk memahami geospasial.

“Saya sangat mendukung terlaksananya kegiatan ini, karena jujur saja SDM kita yang paham soal geospasial masih sangat minim,” ungkap dia.

Untuk itu Kandouw meminta seluruh elemen pemerintah kabupaten dan kota, benar-benar mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai dan berharap setelah usainya rakor dapat dilanjutkan dengan pelatihan rutin terkait geospasial bagi jajaran pemerintah daerah.

“Untuk itu saya minta seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar mengikuti kegiatan ini hingga selesai agar bisa benar-benar paham semua hal yang terkait dalam geospasial,” pungkas Steven Kandouw.

Rapat sosialisasi dihadiri, Kepala BIG Hasanuddin Z. Abidin, Walikota Manado Vicky Lumentut, Kepala Topografi Angkatan Darat Kodam XIII Merdeka Letkol Ctp Teddy Karwur dan seluruh undangan rakor

redaksi2Supit Oktober 3 2019

About Skt Biro Deprov

Check Also

Forum Pimpinan DPRD Se Sulut, FAS: Dipercayakan Sebagai Pimpinan Perlu Terus Mengupgrade Pola Pikir

  Manado, Forum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali digelar. …