web analytics

Yuanita Langi : 1 Dari 4 Warga Sulut Terkena Diabetes Melitus

 

IMG_20170731_161357MANADO, Sulutlink.Com – Dokter Yuanita Asri Langi, SPPD, KEmp. Sekretaris Perkumpulan Edoktrinology Indonesia (PERKENI) Propinsi Sulut, melaporkan hasil Riset Kesehatan Dasar yang dibuat setiap 3 Tahun, dimana Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) berada di Rangking – II atau 26 % terhadap jumlah penduduk, atau dengan kata lain 1 dari 4 orang Sulut menderita Diabetes Melitus.

Warga Sulut Hba1c rata-rata 8,7 % yang normal harusnya dibawah kurang dari 7 %, . Penyebab diantaranya kurang patuhnya pasien dalam mengikuti atuaran konsumsi obat yang diberikan dokter.

Kemudian dari pelayanan medis dinilai masi kurang. Seharusnya sejak Bayi Usia 6 Bulan hingga Usia 1 Tahun, dokter sudah harus tentukan berapa Hba1c dari pasien, untuk mengetahui lebih dini waktunya mengistirahatkan sel Beta dan diganti dengan insulin atau menganti life style.

Hal ini disampaikan sebelum acara pelantikan pengurus Wilayah IDI Sulut, minggu (30/7/2017) malam di Hotel Sutanraja.
Menurut Yuanita, lebih cepat mengistirahatkan sel Beta maka semakin baik. Masih ada pemikiran bahwa Insulin itu mengerikan dan bukan ilmu gaib. Secara global DM (Diabetes Melitus ) Type 2 terbanyak di AS dan China, namun bukan berarti model pengobatan disana harus menjadi patokan untuk diterapkan di Indonesia.

Karena ternyata dari hasil dilapangan menunjukkan penggunaan Insulin Detimir (insulin basal) lebih cocok untuk kondisi di Indonesia dan lebih mudah diprediksi.

Ditegaskan dr. Yuanita, menolak jika DM (Diabetes Melitus) adalah faktor Genetik, tetapi lebih pada Epigenetik yaitu tidak merubah struktur gen tetapi menentukan gen aktifnya akibat dari pola gaya hidup seseorang terkait makanan dan olahraga.

Harus dibiasakan jalan kaki dan memberi edukasi anak-anak tentang makanan yang sehat.
Harus ada kebijakan untuk mengstop Epigenetik atau terkait gaya hidup melalui sosialisasi kepada masyarakat tentang pola makan dan makanan yang sehat serta pentingnya olahraga jalan kaki secara rutin.

Ditambahkan dr.Yuanita bahwa PERKENI telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan BPJS turun ke PUSKESMAS melayani pengobatan Diabetes juga melakukan penyuluhan agar masyarakat tidak harus cuci darah dan tekena serangan jantung. (Jansen)

About Redaksi 2

Check Also

KETUA BANGGAR DPRD SULUT INGATKAN DIRUT RSUD OD-SK “KETERBUKAAN”

Manado, sulutlink.com – Ketua Banggar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr …