web analytics

Waspada Virus AFS, Wurangian: Pemprov Sulut Lakukan Langkah Antisipasi

On June 22 2021

Ketua Komisi II DPRD Sulut


Manado, sulutlink.com – Sempat beredar terkait penyakit African Swine Fever di Indonesia.  African Swine Fever (ASF) penyakit pada babi yang dianggap sangat menular bahkan bisa menyebabkan kematian pada babi.

Menurut para ahli penyakit hewan khusus pada babi Virus ASF sangat kuat dan bisa bertahan hidup di lingkungan serta relatif lebih tahan terhadap disinfektan.

Sumber lain menyebut, ASF tidak berbahaya bagi manusia dan bukan masalah kesehatan masyarakat. ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis).

Babi yang terkena penyakit ASF, isolasi hewan sakit dan peralatan serta dilakukan pengosongan kandang selama 2 bulan.

 Untuk babi yang mati karena penyakit ASF dimasukkan ke dalam kantong dan harus segera dikubur oleh petugas untuk mencegah penularan yang lebih luas.

Langkah strategis utama dalam mencegah terjadi ASF adalah melalui penerapan bio sekuriti dan manajemen peternakan babi yang baik serta pengawasan yang ketat dan intensif  untuk daerah yang berisiko tinggi melalui pemerintah untuk menghimbau agar provinsi Sulut waspada dan siap siaga terhadap kemungkinan terjadinya penyakit ASF, antisipasi dengan melakukan langkah sosialiasi kepada peternak di provinsi sulut terkait ancaman ASF.

Berikut wawancara media melalui Ketua Komisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut,  Cindy Wurangian mengatakan, Provinsi  Sulawesi Utara, tetap waspada dengan virus yang terdampak pada ternak babi yaitu penyakit  African Swine Fever (ASF).

Wurangian mengungkap Virus ini sudah terjadi di daerah dan Provinsi lain. Namun Sulut belum ada dan masih aman.

“Sebagai Anggota Dewan meminta kepada Pemporv Sulawesi Utara untuk segera mengantisipasi virus ASF ini agar ternak babi tidak akan terdampak dengan virus ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara lr. Novly Wowiling mengatakan, Sulut masih aman dengan virus ASF ini, tetapi sebagai Pemerintah, kami berharap tetap waspada dan menghindari dampak- dampak ternak pada ternak babi.

” Pemprov Sulut melalui Dinas, sudah melakukan sosialisasi dan langkah antisipatif seperti memberikan himbauan pertama, batasi orang yang masuk berdatangan dari bandara, pemberian pakan yang berkualitas, jangan memberikan sisa-sisa  makanan dari dapur serta makanan dari sisa dari airpot. 

Sebab, indikasi ini jika tidak hindari virus ini akan berdampak pada ternak babi.

” kami telah melakukan sosialisasi mengantisipasi wabah virus ASF kepada  masyarakat melalui sosialisasi dan koordinasi terus dilakukan agar virus ASF tidak akan masuk di Sulut,” pungkasnya.
Adm.2.sl

About DeProS Red

Check Also

Ketua KONI Sulut Singgung Millennium Sport Underwater Saat Lantik Pengurus KONI Bitung 2021-2025

Wakil Gubernur Sulut Steven O.E Kandouw selaku Ketua Umum KONI Sulawesi Utara melantik ketua dan …