web analytics

WNA Asal Finlandia Ditangkap, Laoli: Karena Menyimpan Narkoba Jenis Ganja

Manado, Sulutlink.com – Ada pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya ketangkap juga. Kata kiasan ini harus dialami oleh oknum warga negara asing (WNA) asal Finlandia berinisial JPA (49), ditangkap Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Manado di salah satu penginapan yang ada di Kelurahan Bunaken Kepulauan, Lingkungan I, Kecamatan Bunaken, Selasa (22/6) yang lalu.

“Ditangkap karena menyimpan narkotika jenis ganja,” kata Kapolresta Manado Kombes Pol Elvianus Laoli melalui konferensi pers di halaman belakang Mapolresta Manado, Jumat (25/6) dini hari

Kapolresta yang didampingi Kasat Reses Narkoba AKP Sugeng Wahyudi Santoso dan Kasubag Humas Iptu Yusak Parinding, menjelaskan kronologi penangkapan ini merupakan kerjasama dengan Polsek Bunaken Kepulauan dan pemerintah setempat. Disamping itu mendapat dukungan dengan adanya informasi masyarakat yang merasa curiga WNA ini selalu melinting daun kering yang diduga tidak lain ganja.

Anggota Satresnarkoba kemudian menuju homestay tempat oknum WNA, dan ternyata sedang berada di dalam kamar. “Saat itu juga dilakukan penggeledahan dan berhasil menemukan adanya satu paket plastik besar bening yang diduga isinya narkotika jenis ganja yang disimpan di dalam sebuah tas kain warna cokelat,” jelas Laoli.

Guna membuktikan paket tersebut adalah ganja, oknum WNA langsung diboyong ke Mapolresta Manado bersama sejumlah barang bukti, diantaranya berupa tas kain warna cokelat, tas kain Holand Bakery, dua celana pendek, kaos oblong putih, satu bungkus kertas dan tembakau merek Manna. Setelah ditelusuri secara detail, benar isi satu paket plastik besar itu ternyata ganja seberat 152,06 gram,” ungkap Kapolresta.

Lanjut Kapolresta, oknum WNA ini telah 20 tahun tinggal di Pulau Bunaken dan kepadanya akan dikenakan Pasal 111 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum; menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan 1 dalam bentuk tanaman dengan “Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara dan minimal 4 tahun penjara,” jelas Laoli.

” Tahap penyelidikan masih berlanjut dan sementara berproses, untuk mengetahui jejak dari mana oknum bersangkutan mendapatkan ganja tersebut,” tutup Kapolresta Manado. **/adm.2.SL.

About DeProS Red

Check Also

Ketua KONI Sulut Singgung Millennium Sport Underwater Saat Lantik Pengurus KONI Bitung 2021-2025

Wakil Gubernur Sulut Steven O.E Kandouw selaku Ketua Umum KONI Sulawesi Utara melantik ketua dan …